“Kamu pelaut, berarti kamu orang yang akan sukses, tapi ketahuilah kesuksesanmu dibatasi dengan bahasamu. Semua list sertifikat yang kamu miliki itu, memang wajib dan telah menjadi persyaratan mutlak untuk kamu persiapkan sebelum melamar di perusahaan pelayaran. Namun, ada yang paling utama dari segalanya, ialah kemampuan berbahasa Inggris. Karena skill speaking-mulah yang menjadi penentu. Tanpa skil berbahasa Inggris yang memadai sama saja NOL, kamu tidak akan pernah bisa lolos interview. Maka dari itu, sebelum menyediakan seritfikat pendukung, hal pertama yang perlu kamu persiapkan ialah: isi kepalamu dengan kecakapan berbahasa Inggris. Menurut pengamatanku, bahasa Inggris-lah yang menjadi tolak ukur untuk menentukan: jika kamu pantas dipertimbangkan dan diproses untuk menjalani tahap seleksi menjadi salah satu crew yang siap bertempur di atas kapal, terutamanya di  kapal megah yang berjuluk: Kapal Pesiar.”

Jika melihat dengan apa yang kusampaikan di atas, bukankanh aku terlihat begitu sombong? Namun, cobalah untuk memahaminya! Apakah yang kukatakan itu sepenuhnya salah? Tentu kamu tahu jawabannya, bukan?

Kamu atau kita adalah pelaut, makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna, memiliki kemampuan akan materi yang cukup untuk mendapatkan pedidikan yang layak, sehi

nga kita dapat menjadi seorang pelaut. Akan tetapi, tidak cukup sampai di situ. Kamu perlu membuktikan kalau kamu memang pelaut. Pelaut yang harusnya bergaji puluhan juta perbulan, kapalnya berlayar di luar negri. Bgitulah definisi kesuksesan pelaut yang kumaksudkan. Bukan pelaut yang diperbudak perusahaan dengan imbalan yang tidak wajar.

Profesi pelaut itu mengerikkan. Bayangkan saja jika kita harus menghabiskan waktu berbulan-bulan di atas kapal, tanpa bertemu dengan orang-orang yang disayangi. Bukankah sangat menyanangkan jika kita bekerja di siang hari dan bertemu dengan keluarga di malam hari? Seperti pegawai negeri dan swata di daerah kita? Hei saudaraku pernahkan kamu menyadari tiu? Tidakkah kamu dapat melihat istri dan anakmu–bagi yang telah berkeluarga–yang kamu tinggalkan di rumah?

Aduh, kalau membayangkan itu semua, rasanya aku menyesal menulis artikel ini. Rasanya aku ingin kembali ke masa laluku–sebelum jadi pelaut. Aku tidak mau jadi pelaut. Namun, apalah daya, semuanya telah terlanjur. Aku sudah menghabiskan puluhan juta uang orangtuaku demi menjadi seorang pelaut, maka dari itu aku tidak ingin menyesalinya walaupu hatiku menjeritk untuk mengatakan: TIDAK.

Apapun itu, apaun jadinya saat ini, kita telah menjadi seorang pelaut. Dan kita harus membuktikan kalau kita tidak salah jalan. Kita yang telah memutuskan untuk memulai maka kita pun wajib mengakhirinya dengan baik, tentunya dengan pencapaian yang harus besar. Secara profesi kita itu adalah pelaut. Tidak semua orang bisa, loh. Maka dari itu, mari kita melajutkan perjalanan ini dengan tanpa harus mengeluh hingga pencapaian yang besar terjadi.

Kalau aku boleh jujur, saat ini aku telah sukses di mata profesi sebagai pelaut. Hari ini aku bekerja di kapal pesiar. Kapal yang kutumpangi sambil bekerja kebetulan mengitari dunia Eropa sehingga sudah banyak sekali negri eropa yang telah kudatangi. Namun, saat ini, aku terkadang merasa ingin mengakhirinya. Karena pencapaian yang ingin kutuju selama ini telah kucapai. Dan aku ingin menjadi orang biasa-biasa saja. Yang tidak harus merantau berbulan-bulan meninggalkan keluarga.

Namun, sebelum aku berhenti menjadi seorang pelaut–di kontark kesekian kalinya–aku ingin memberimu sedikit pengetahuan agar kamu dapat menjadi pelaut yang minimal seperti saya. Yah, mungkin hanya sedikit–jujur aku buakan pelaut sejati, yang berniat menghabiskan seumur hidupku menjadi peluat.

Menjadi seorang peluat hanyalah profesi untuk menuju langkah yang lebih besar. Karena menjadi seorang pelaut konon katanya menghasilkan uang yang banyak dengan mudah dan cepat. Dan, ternyata itu tidak salah. Aku telah membuktikannya. Dan alhamduliilah. Sekali lagi ingin kuperjelas aku ini bukan pelaut yang hebat dan sejati, karnea sesungguhnya, aku punya kekurangan di segala sisi.

Baiklah berikut yang harus kamu perhatikan demi melanjutka mimpimu sebagai pelaut. Jangan keburuh menyerah sebelum mimpi besarmu tercapai!

Persiapkan bahasa Inggris.

Tanpa bahasa Inggris kamu tidak akan bisa bergaji dollar. Kamu tidak akan pernah merasakan yang namanya jalan-jalan ke beberapa negara.

Maka dari itu, sebelum terlalu jauh menghabisksan waktu dan materi, hal pertama yang harus kamu perhaitkan adalah belajar bahasa Inggris, tanpa bahasa Inggris, kamu ZERO. Emang kamu pikir ANT I yang tidak bisa berbahsa Inggris bisa mendapatkan gaji yang sewajarnya? Tidak.

Lihat saja, untuk menjadi seorang menejmen level saja, itu memerlukan biaya yang lumayan besar, dan kamu pasti tahu. Dan masa gajinya masih di bawah level sewajarnya.

Namun, apakah mereka bisa protes? Tidak, mereka tidak akan bisa protes. Karena mereka tidak punya kemampuan untuk protes akan takdir dan jalan kehidupanya. Dan lucunnya semuanya disebabkan karena tidak adanya kemampuan untuk berbahasa Inggris. Alasan klasiknya, di Indonesia juga katanya sudah lumayan. Lumayan apanya, coba? Ant 4 saja gajinya masih lima juta. Aku kadang emosi melihat itu, emang perusahaan di Indonesia tidak melihat betapa susahnya menjadi pelaut? Berapa biaya yang harus dikorbangkan untuk memiliki ijazah?

Ah, sudahlah! Tidak usah kita berpanjang lebar dengan itu. Mari fokus  dangan yang ini, kamu harusnya menyadari kalau kamu adalah pelaut yang wajib bergaji tinggi. Dan semuanya juga tahu jika negri ini tidak mampu memenuhi keinginan kita. Mereka tidak dapat membayar pelautnya dengan gaji yang sewajarnya. Apakah kita harus memaksa mereka dengan kekarasan? Jangan! Tidak boleh melakukan kekerasan. Sip!

Akan tetatpi, kita bisa kok memaksa mereka, dengan jalan yang keren, yaitu jadilah pelaut yang memiliki bahasa Inggris, sehingga dapat bekerja di kapal yang berbendera luar negri. Dengan begini kamu akan bergaji besar. Gaji pelaut rating saja di luar negri minimal 12 juta perbulan, loh. Dua kalilipat gaji ant 4 di negri kita tercinyta.

Kenapa ini terjadi? Itu karena sudah terlalu banyak pelaut, dan semuanya berlomba merebut posisi, saling sikuk demi keuntungan pribadi. Kamu yang masih sadar, yang masih bisa mengubah, mari bersatu agar dapat menaikkan taraf pelaut di negri ini. Dengan banyaknya pelaut yang bekerja di luar negri, maka pelaut yang lainnya akan termotifasi, dan pada akhirnya akan mengikuti jejak kita, sehingga pada waktu yang tidak lama, pelaut di indonesia sudah mencapai 50 persen bertaraf internasiaonal. Dengan jalan ini kita akan membauat gaji pelaut di Indonesia setara dengan gaji pelaut yang bekerja di luar negri.

Coba PERHATIKAN, betapa susahnya pelaut di negri ini! Sudah jauh dari keluarga gaji kecil, berlayarnya di dalam negri lagi. MEMBOSANKAN!

Jika kamu berlayar di luar negri, dapat gajinya gede, yah memang sama-sama jauh dari keluarga–itu sudah pasti, tapi berlayarnya di luar negri loh, sudah tentu bisa jalan-jalan ke beberapa negara.

Jadi pikirkan baik-baik, pelaut itu adalah orang yang sukses, asalkan memiliki bahasa Inggris yang memadai.

Persiapkan dokumen.

Aku tahu kamu sudah memiliki sertifikat yang cukup banyak. Kamu tidak akan menemukan dan membaca seserius ini jika kamu bukan pelaut yang kupikirkan. Aku pernah diposisimu, Anak Muda. HA-HA-HA-HA. Hei, aku tertaw keras loh, saat menulisnya, maka dari itu, kamu pun harusnya ikut tertawa. Wkwkwk.

Dokumen tidaklah terlalu penting. Sekali lagi, dokumen tidaklah terlalu penting. Percuma jika kamu berijasah tinggi, tapi tidak bisa bergaji puluhan juta perbulan atau setidaknya  bekerja di kapal luar negri. Percuma kamu berijasah jika masih saja mengemis pekerjaan di negri sendiri. Percuma. Percuma kamu berijasah jika kamu tidak bisa memakasa negri ini untuk menstandarkan gaji pelautnya. Maka dari itu, aku tegaskan sekali lagi, kamu harus mengauasi bahasa Inggris. Lalu persiapkan dokumen yang kamu butuhkan. Bukankah akan lebih keren jika ijasah tinggi dengan bahasa Inggris di level tinggi? Jika jawaban kamu setuju. Maka kamu adalah pelaut yang akan sukses.

Jika memang bahasa Inggris kamu sudah memadai, barulah melengkapi dokumen pendukung sesuai yang dibutuhkan perusahaan yang ingin kamu tuju. Jnagan menghabiskan uang hanya untuk mengambil bebrapa sertifikat yang hanya berlaku lima tahun ke depan. Bahkan sertifikat itu belum digunakan sudah mahu diperbarui lagi. ITU PEMBOROSAN. Jangan membuat dirimmu menjadi lebih miskin lantaran biaya sertifikat, jika memang kamu tidak memiliki tujuan yang tertarget.

Terima kasih semoga artikel ini dapat menggugah hatimu. Artikel ini kutulis demi membangunkan kamu yang terlena dengan kemalasn untuk mengubah haluan hidup.

Terima kasih! Salam pelaut!

Kebetulan ada beberapa artikel yang telah kutulis cara-cara belajar bahasa Inggris dengan mudah, bisa simak di link berikut:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *